Flyover batubara Lahat-Muara Enim resmi dibangun untuk memastikan jalan aman warga, truk tertib, dan kenyamanan masyarakat.
Gubernur Herman Deru meresmikan flyover batubara Lahat-Muara Enim untuk memastikan jalan aman warga. Flyover ini sepanjang 370 meter dan lebar 11 meter. Sekarang truk batubara besar memiliki jalur sendiri, dan warga bisa melintas dengan aman tanpa gangguan.
Sebelumnya, jalan umum dipenuhi truk besar. Debu beterbangan, suara klakson bersahut-sahutan, dan masyarakat harus hati-hati. Dengan flyover ini, semua berubah. Truk berjalan lancar, warga tenang, dan pemerintah tetap mendapat devisa dari industri pertambangan.
Direktur PT Serpo, Viktor, mengatakan bahwa meski cuaca bisa menantang, proyek ini akan selesai tepat waktu. Flyover dirancang agar semua pihak nyaman. Warga aman, industri lancar, negara untung, dan pemerintah puas.
Proyek ini bukan sekadar beton dan besi. Ini adalah proyek kemanusiaan modern. Jalan aman warga tercipta, truk batubara tertib, dan masyarakat bisa berkendara tanpa khawatir. Semua pihak menang. Kepala lega, hati pun tenang.
Kalau macet karena truk, jangan marah. Flyover batubara hadir sebagai jalur khusus: aman, nyaman, dan membuat hidup lebih ringan. Masalah besar bisa diselesaikan dengan solusi cerdas, sedikit humor, dan perencanaan matang.


































