Berita

Dompet Dhuafa Sumsel, Zakat Bikin Senyum & Manfaat Nyata

×

Dompet Dhuafa Sumsel, Zakat Bikin Senyum & Manfaat Nyata

Sebarkan artikel ini

AKU Dompet Dhuafa Sumsel, jangan salah, aku bukan dompet biasa yang bisa dimasukin koin atau dicuri anak kos. Aku ini dompet super, dengan memakai  kekuatan zakat, infak, sedekah, dan donasi untuk  bikin masyarakat kurang mampu di Sumatera Selatan tersenyum sampai pipinya keram.

Mulai dari anak-anak yang tasnya bolong, ibu-ibu yang panci cuma satu buat masak tiga kali sehari, sampai bapak-bapak yang rumahnya bocor tiap hujan, Insya Allah aku pasti  hadir jika dihubungi.

Setiap tahun, aku udah ‘nyentuh’ sekitar 100 ribu orang di Sumsel. Coba pikirkan, jika semua tersenyum, Sungai Musi pun bisa banjir gara-gara tawa ngakak.

Menjelang Ramadan 2026 ini, aku nggak mau kalah keren. Program ‘Berbagi Itu Kalcer’ aku akan gulirkan buat masyarakat kurang mampu biar nggak mikir harga cabe yang makin pedas.

Namanya unik supaya yang baca senyum dulu sebelum dapat manfaat. Selain itu, tanggal 8 Februari aku bakal nonton bareng 100 anak yatim dan 100 relawan di Transmart Palembang.

Filmnya? Penuh tawa! Tapi serius, anak-anak belajar arti berbagi sambil ngakak.

Kalau mereka ketawa, aku juga ikut senyum lebar… kadang sampai kepala ikut goyang-goyang sendiri “Aku super Dompet Dhuafa Sumsel!”

Baru-baru ini, Plt Pimpinan aku, Penta Agustina, audiensi sama Sekda Palembang, Aprizal Hasyim.

Penta bilang, “Terima kasih Pemkot atas dukungannya. Dengan kolaborasi ini, manfaat sosial bisa lebih luas dan tepat sasaran.”

Sekda Aprizal pun bilang, “Program sosial seperti ini sangat membantu masyarakat dan sejalan dengan program Pemkot Palembang.”

Wah, kalau pemerintah udah support, aku rasanya level superpower naik satu tingkat, bisa bikin manfaat melesat lebih kenceng dari roket!

Aku nggak bisa kerja sendirian.

Makanya aku ngajak Dinas Sosial, OPD, BUMD, dan forum CSR untuk kolaborasi.

Seandainya  semua tangan bersatu, maka rumah tak layak huni bisa diperbaiki, anak-anak bisa sekolah dengan layak, dan masyarakat hidup lebih sejahtera.

Aku juga lagi nego supaya bisa pakai fasilitas Pemkot, termasuk rumah dinas buat kegiatan dan konsumsi. Iya ya… siapa yang bisa fokus kalau perut keroncongan, kan?

Kalau dipikir-pikir, kerjaanku bukan cuma bagi-bagi materi. Lebih dari itu, aku belajar merefleksi diri, sekecil apapun bantuan, kalau konsisten, bisa bikin senyum dan harapan tumbuh.

Bahkan tawa kecil bisa bikin hari orang lain lebih cerah.

Jadi,  aku si Dompet Dhuafa Sumsel bukan sekadar dompet. Aku sahabat masyarakat Sumsel.

Dari zakat, infak, sedekah, sampai donasi sosial, semua aku olah supaya manfaatnya nyata, bikin ngakak tapi juga bikin hati hangat.

Kalau kamu mau ikut ketawa dan berbagi, ayo ikutan program aku! Karena berbagi itu nggak cuma bikin orang lain senang, tapi hati kita sendiri ikut senyum… dan siap ditertawakan sama anak-anak yang bahagia.(***)