BeritaOKUS

Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Selatan Bahas Pengembangan Peternakan Berkelanjutan bersama Ditjen PKH

×

Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Selatan Bahas Pengembangan Peternakan Berkelanjutan bersama Ditjen PKH

Sebarkan artikel ini

BERITAPERSS, ID OKU Selatan–Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan sektor peternakan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah dan ketahanan pangan nasional.

Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi antara Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Selatan dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Dirjen PKH, Gedung C Lantai 8, Kementerian Pertanian RI, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (27/01/2026), diterima langsung oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Sc.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Selatan, Parida Ariani, S.P., M.M., bersama jajaran memaparkan sejumlah usulan program strategis peternakan yang dirancang untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi dan daya saing daerah.

Program yang diusulkan mencakup pengembangan ayam ras petelur, pengembangan ternak kambing dan domba, pembangunan pabrik pakan ternak, serta penerapan program integrasi sapi dan kelapa sawit.

Selain itu, penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian melalui program pendidikan dan pelatihan (diklat), serta peningkatan fasilitas pelayanan perbibitan dan produksi ternak.

Pemerintah Kabupaten OKU Selatan menilai bahwa pengembangan sektor peternakan tidak hanya berperan dalam meningkatkan populasi dan produktivitas ternak, tetapi juga strategis dalam menekan disparitas harga antarwilayah, memperluas lapangan kerja, serta mendukung agenda swasembada pangan nasional, khususnya di bidang peternakan.

Melalui audiensi ini, Pemkab OKU Selatan berharap terjalinnya sinergi yang lebih kuat dengan Kementerian Pertanian RI, baik dalam bentuk dukungan kebijakan, fasilitasi program, maupun pendampingan teknis.

Sinergi tersebut diharapkan mampu merealisasikan program peternakan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.(SR)