BERITAPRESS, IDFAKFAK/Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIE Ottow dan Geisler Cabang Fakfak resmi membuka agenda perkaderan formal Latihan Kader I (Basic Training).
Kegiatan yang sakral bagi organisasi hijau-hitam ini diikuti oleh 14 peserta dan dipusatkan di Aula Kampus STIE Ottow dan Geissler, Jumat (23/1/2026).
Selama satu minggu ke depan, para peserta akan digembleng dengan berbagai materi ideologi dan keorganisasian. Tahun ini, panitia mengusung tema besar: “Menumbuhkan kepribadian mahasiswa akademis yang berkualitas insan cita, bernafaskan Islam, serta membangun karakter kader yang loyalitas terhadap organisasi.”
Mewakili Koordinator Presidium MD KAHMI Kabupaten Fakfak, Baharudin Lahadalia, sosok Abdul Rahman menegaskan bahwa LK I adalah agenda wajib yang menjadi denyut nadi organisasi di tingkat komisariat. Ia memotivasi para peserta untuk tidak hanya berhenti di tingkat dasar.
”Bernaunglah di rumah hijau hitam dan seraplah ilmunya. Setelah ini, silakan berproses menjadi pengurus Komisariat, Cabang, Badko, hingga PB HMI. Tetaplah loyal, karena dengan memaknai tujuan HMI, kalian akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk dalam internal organisasi,” ujar Abdul Rahman.
Ia juga mengingatkan pentingnya adaptasi di era digital. Menurutnya, kader HMI masa kini harus mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak. Jika dahulu literasi hanya bersumber dari buku fisik, kini akses ilmu pengetahuan telah tersedia luas di genggaman ponsel pintar.
Ketua Umum HMI Cabang Fakfak, Rustam Patiran, turut menegaskan bahwa komisariat adalah langkah awal dan fondasi utama dalam berproses di HMI. Ia meminta para peserta untuk menjaga fokus selama menerima materi dari para instruktur dan senior.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisariat HMI STIE Ottow dan Geisler, Ardi Keledar, menekankan pentingnya persatuan selama masa latihan.
”Di arena LK ini, kalian mulai dibentuk sesuai tema yang kita usung. Pesan saya, buang jauh-jauh ego pribadi. Mari kita bergandengan tangan untuk menyukseskan kegiatan ini bersama-sama,” tegas Ardi.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan loyalitas tinggi terhadap organisasi dalam menjawab tantangan zaman. (IB).










































