BERITAPRESS.ID, MUARA ENIM | Sebanyak 4.991 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 diresmikan Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., di Stadion Sekundang Bara, Rabu (27/8). Jumlah tersebut menjadi peresmian PPPK serentak terbanyak di Provinsi Sumatera Selatan.
Peresmian ini meliputi Tahap I sebanyak 3.172 orang dan Tahap II sebanyak 1.819 orang, disaksikan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional VII Palembang, Heni Sri Wahyuni, S.Kom., M.T.I., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius, M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Edison mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK yang baru saja diresmikan. Ia menegaskan pentingnya tanggung jawab dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
“Gaji maupun tunjangan kinerja yang nantinya diterima merupakan uang rakyat sehingga seluruh PPPK harus bertanggungjawab, bekerja dengan sungguh-sungguh serta mampu meningkatkan kinerja dan profesionalitas demi memperkuat penyelenggaraan pelayanan publik maupun pemerintahan di Kabupaten Muara Enim,” ujar Bupati.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Forkopimda dan Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd.
Bupati Edison juga menambahkan, Pemkab Muara Enim telah mengajukan permohonan penataan ulang penempatan PPPK kepada KemenPAN-RB demi efisiensi dan efektivitas sumber daya aparatur. Dengan demikian, Pemkab nantinya memiliki kewenangan mengevaluasi penempatan PPPK sesuai kebutuhan dan kompetensi yang ada.
Selain itu, ia menegaskan larangan rangkap jabatan bagi seluruh ASN, termasuk PPPK.
“Sesuai peraturan, seluruh ASN termasuk PPPK tidak diperbolehkan merangkap jabatan, baik sebagai kepala desa, perangkat desa, BPD maupun jabatan lainnya. Hal ini dapat menciptakan konflik kepentingan, mengganggu profesionalitas kerja dan tidak sesuai dengan prinsip integritas maupun tata kelola pemerintahan yang baik,” tegas Bupati.
Adapun rincian PPPK yang diresmikan, yaitu:
Tahap I: 255 tenaga pendidikan, 2.346 tenaga teknis, dan 571 tenaga kesehatan (total 3.172 orang).
- Tahap II: 214 tenaga pendidikan, 1.303 tenaga teknis, dan 302 tenaga kesehatan (total 1.819 orang).
Laporan : Andi / (ADV)