BERITAPRESS. ID, FAKFAK|Perkumpulan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mahdi Fakfak resmi melaksanakan pelantikan pengurus sekaligus rapat kerja untuk periode 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus Hijau Hitam, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Mengukuhkan Ukhuwah, Menunaikan Amanah Ilmu, Menjadi Alumni yang Berkhidmat untuk Agama, Bangsa, dan Negara.” Tema tersebut menjadi landasan bagi para pengurus untuk mempererat persaudaraan, menjaga amanah, serta meningkatkan kontribusi alumni bagi almamater dan masyarakat.
Pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketua STAI Al-Mahdi Fakfak, Mohammadon Daeng Husen. Momentum ini diharapkan menjadi awal penguatan organisasi alumni agar semakin aktif, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan lembaga pendidikan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Perkumpulan Keluarga Alumni STAI Al-Mahdi Fakfak, Junaedi R. Winata, menyampaikan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga serta dijalankan dengan penuh komitmen.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus periode sebelumnya atas dedikasi, kerja sama, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan organisasi.
Junaedi berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan berbagai upaya positif sekaligus membawa organisasi alumni ke arah yang lebih baik.
“Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar kita dapat bersama-sama menjalankan organisasi ini dengan baik ke depan, sehingga mampu memberikan kontribusi bagi almamater yang kita cintai,” ujarnya.
Ia turut mengajak seluruh alumni dan pihak terkait untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program lembaga demi kemajuan STAI Al-Mahdi Fakfak.
Sementara itu, Ketua STAI Al-Mahdi Fakfak, Mohammadon Daeng Husen, menyampaikan komitmen lembaga untuk memberdayakan para alumni, khususnya dalam mendukung kebutuhan tenaga pengajar di lingkungan kampus.
Menurutnya, alumni memiliki potensi dan kompetensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mendukung keberlanjutan proses pendidikan di STAI Al-Mahdi Fakfak.
Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan tersebut diarahkan pada dua kategori tenaga pengajar, yakni dosen tetap dan dosen tidak tetap. Melalui langkah ini, kampus diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada alumni yang memiliki kualifikasi sesuai untuk mengabdi sekaligus berkontribusi dalam pengembangan almamater.
Untuk dosen tetap, pihak kampus berupaya memberdayakan alumni yang memenuhi persyaratan agar dapat mengisi kebutuhan tenaga pengajar, sehingga ketergantungan terhadap perekrutan tenaga pengajar dari luar dapat dikurangi.
Sementara itu, dosen tidak tetap dapat melibatkan alumni yang telah berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun anggota TNI-Polri, sesuai dengan ketentuan dan kualifikasi yang berlaku.
Menurut Mohammadon, langkah tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga keterikatan alumni dengan almamater sekaligus membuka ruang pengabdian bagi mereka dalam dunia pendidikan. (IB).

























