AdvertorialBanyuasin

Musrenbang Banyuasin 2027 dari Keterbatasan Anggaran Menuju Inovasi Pembangunan

×

Musrenbang Banyuasin 2027 dari Keterbatasan Anggaran Menuju Inovasi Pembangunan

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Suasana Graha Sedulang Setudung, Kamis (26/3), menjadi saksi pertemuan berbagai pemangku kepentingan dalam Musrenbang RKPD Tahun 2026 untuk penyusunan RKPD 2027.

Di tengah tantangan keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Banyuasin justru mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif.

Tema percepatan transformasi ekonomi berbasis inovasi dan hilirisasi industri hijau menjadi arah baru pembangunan daerah.

Bupati Banyuasin, Askolani Jasi, menyampaikan pesan kuat bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti.

“Efisiensi anggaran bukan musibah. Kita boleh buntu, tapi tidak boleh berhenti berinovasi,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan Banyuasin ke depan harus mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

Ia juga mengungkapkan upaya pemerintah daerah mengajukan anggaran sebesar Rp7 triliun ke pemerintah pusat dan provinsi sebagai bentuk optimisme pembangunan.

Tak hanya itu, pendekatan pembangunan infrastruktur pun mulai diarahkan lebih adaptif.

“Yang penting jalan bisa digunakan masyarakat. Tidak harus selalu dengan metode konvensional,” katanya.

Di sisi lain, capaian pembangunan Banyuasin menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan dan pengangguran menurun, sementara pertumbuhan ekonomi dan IPM mengalami peningkatan.

Kepala Bappeda Banyuasin, Rini Pratiwi, menjelaskan bahwa proses perencanaan dilakukan secara sistematis melalui SIPD, dengan ribuan usulan masyarakat dan DPRD yang telah dihimpun.

Melalui forum ini, diharapkan perencanaan pembangunan Banyuasin tidak hanya terarah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat secara berkelanjutan. (ADV)