Lahat

Baru Direhabilitasi, Plafon SDN 9 Pulau Timun Lahat Sudah Ambrol

×

Baru Direhabilitasi, Plafon SDN 9 Pulau Timun Lahat Sudah Ambrol

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, LAHAT | Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Pulau Timun, Kecamatan Tanjung Sakti PUMI, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, menuai keprihatinan. Pasalnya, bagian plafon sekolah tampak lepas dan ambrol, meski gedung tersebut baru saja selesai direhabilitasi beberapa bulan lalu, tepatnya pada akhir tahun 2025.

Pantauan di lapangan menunjukkan plafon atap terjatuh tanpa adanya faktor bencana alam. Selain itu, atap sekolah juga dilaporkan bocor sehingga air hujan kerap menggenangi lantai ruang kelas.

Edi, salah satu warga sekitar, mengaku heran dengan kondisi bangunan sekolah tersebut.
“Baru diperbaiki, tapi plafonnya sudah lepas. Ini habis direnovasi bukannya benar, malah plafon dan atap bocor,” ujarnya kepada media, Kamis (29/1/2026).

Hal senada disampaikan Kamil, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah. Ia mengatakan kebocoran atap sudah terlihat jelas saat hujan turun.
“Air sering menetes dan menggenangi lantai. Padahal sekolah ini baru direhabilitasi akhir tahun 2025 lalu,” katanya.

Menurut Kamil, pihak pelaksana pekerjaan rehabilitasi seharusnya bertanggung jawab penuh atas kondisi bangunan tersebut. Ia juga meminta agar Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit ulang terhadap hasil pekerjaan.

“Kuat dugaan pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pelaksana wajib memperbaiki dan mengganti bagian yang rusak serta menyempurnakan seluruh pekerjaan di sekolah itu,” tegasnya.

Sejumlah temuan lain juga disampaikan warga. Beberapa bagian tembok disebut hanya dicat tanpa proses pengerokan, sehingga cat mudah mengelupas. Bahkan, plesteran dinding terlihat retak, sementara pemasangan plafon dinilai tidak rapi dan sebagian sudah ambrol.

Informasi tersebut juga dibenarkan oleh salah satu wali murid SDN 9 Pulau Timun yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai pekerjaan rehabilitasi, baik berat maupun ringan, terkesan dikerjakan secara asal-asalan.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya mengonfirmasi Kepala Sekolah SDN 9 Pulau Timun, Intan, melalui nomor telepon yang tersedia, namun belum mendapatkan tanggapan. Masyarakat setempat pun berharap Inspektorat segera turun tangan memeriksa hasil pekerjaan rehabilitasi sekolah tersebut untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.

Laporan : 09/PA