HEBAT! Mahasiswa Palestina Yahia K.I. Taha Raih Magister di Unila, jauh- jauh dari Gaza ke Lampung, Yahia datang bawa koper penuh buku… dan mungkin juga kopi instan biar nggak begadang ngerjain skripsi. Akhir pekan lalu, ia resmi jadi lulusan Magister Teknik Mesin Universitas Lampung (Unila).
Tapi jangan salah, kisahnya lebih dari sekadar gelar, ada perjuangan, inspirasi, dan kerja keras yang bikin kita mikir “Waduh, kalau aku, bisa nggak ya?”
Sebenarnya, Yahia sudah kenal lama dengan Unila.
Ia menempuh S-1 Teknik Mesin dan lulus dalam tujuh semester sebagai mahasiswa terbaik, ya, mahasiswa tipe “jarang tidur tapi tetap juara.” Prestasi itu membuka pintu beasiswa untuk lanjut ke jenjang magister. Ia tetap memilih Unila karena percaya pada kualitas akademik dan ketertarikan mendalam pada teknik mesin. Pilihan ini terbukti tepat.
Di jenjang magister, Yahia meneliti permodelan pembangkit listrik hybrid, solusi cerdas menghadapi keterbatasan listrik di Kota Gaza. Coba kalau kita merenung sejenak di tengah konflik dan listrik suka mati, ia tetap fokus menulis skripsi dan berdiskusi dengan dosen pembimbing.
Dukungan terbesar datang dari orang tua, meski mereka jauh dan hidup di kondisi sulit bukti bahwa di balik setiap kesuksesan, selalu ada “tim rahasia” yang nggak kelihatan.
Selain akademik, Yahia juga menyoroti lingkungan hangat Unila. “Setelah saya berada di sini, saya melihat Unila sangat maju. InsyaAllah ke depan Unila bisa jadi salah satu lima Universitas terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Sambutan ramah dari International Office membuat adaptasi sebagai mahasiswa asing terasa mulus. Intinya, kalau mahasiswa internasional bisa merasa betah, pasti ada yang keren banget di balik layar.
Kisah Yahia mengajarkan beberapa hal penting, pertama, sukses nggak datang mudah, apalagi untuk mahasiswa internasional yang jauh dari rumah. Kedua, kerja keras dan dukungan lingkungan itu kunci. Ketiga, doa dan keyakinan memberi kekuatan ekstra menghadapi tantangan yang tampaknya nggak mungkin.
Pesan Yahia untuk mahasiswa “Jalan menuju sukses itu tidak mudah. Kita harus berjuang, percaya diri, dan yakin bahwa hasil terbaik datang dari Allah subhanahu wa taala.” Simpel, tapi dalam. Coba seandainya kalau semua orang punya semangat segini seperti Yahia, tentu dunia kampus pasti lebih heboh dan inspiratif!.
Akhirnya, kelulusan Yahia K.I. Taha jadi bukti Unila bukan cuma tempat belajar, tapi ruang bagi mahasiswa Internasional untuk berkarya, berjuang, dan memberi kontribusi nyata bagi kemanusiaan.
Untuk calon mahasiswa, kisah ini membuka mata, memilih kampus bukan sekadar gelar, tapi pengalaman hidup yang membentuk masa depan. (***)/one










































