Ngakak

Rp161 Miliar Balik ke Korban Scam Digital, Dompet Aman!

×

Rp161 Miliar Balik ke Korban Scam Digital, Dompet Aman!

Sebarkan artikel ini

INDONESIA Anti-Scam Centre (IASC) akhirnya bikin penipu garuk-garuk kepala lantara Rp161 miliar yang sempat nyasar ke 14 bank, kini balik ke tangan 1.070 korban scam digital. Duit itu sempat “jalan-jalan” ke rekening penipu, tapi IASC muncul kayak satpam super digital, ngeblokir rekening dan memastikan dompet masyarakat aman. Dari 22 November 2024 sampai 12 Januari 2026, korban bisa tarik napas lega, dompet aman, kopi di meja tetap hangat, dan penipu? Cuma bisa bengong.

Scam digital sekarang itu macam-macam dan absurdnya bikin tepok jidat. Ada yang pakai belanja online palsu, fake call alias telepon palsu, investasi bodong, penipuan kerja, bahkan love scam alias modus cinta palsu. Misalnya ada yang pacarnya cuma muncul di layar HP, tapi dompetmu yang bener-bener dipacarin penipu. Nyebelin bukan ? dan bikin geleng kepala sekaligus.

Hebatnya, IASC nggak jalan sendiri. Mereka punya Tim Pahlawan Rekening versi anti-scam OJK, Satgas PASTI, bank-bank, polisi, Kominfo, Kementerian Komdigi.

Semua lembaga ini berkolaborasi kayak orkestra kalau satu nada salah, semua berantakan. Tapi kali ini? Musiknya pas, Rp161 miliar kembali ke tangan yang benar, dan penipu cuma bisa garuk-garuk kepala sambil mikir, “Kok bisa kebalik lagi, ya?”

Friderica Widyasari Dewi dari OJK bilang, pengembalian dana ini bukan sekadar angka. Ini simbol nyata kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan digital. Jadi jangan santai kalau uang hilang, karena negara ada, tapi kamu juga harus pintar dan cepat bertindak.

Mahendra Siregar dari OJK menambahkan, kolaborasi ini bikin semua pihak optimis. Kalau penipu jago strategi, mereka nggak kalah. Sinergi itu kuncinya. Coba aja kalau bank, polisi, dan regulator nggak kompak, Rp161 miliar mungkin cuma jadi headline gosip digital

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mokhamad Misbakhun, menekankan bahwa scam digital termasuk white collar crime. Modusnya canggih, teknisnya rumit, lintas negara pula. Jadi jangan remehkan. Kalau dompet tiba-tiba diculik, lapor cepat ke IASC, bahkan  semakin cepat laporan masuk, semakin besar peluang uang kembali.

Statistik juga bikin melongo sejak berdiri 22 November 2024, IASC sudah menerima 432.637 pengaduan dengan total kerugian Rp9,1 triliun. Dari jumlah itu, dana yang berhasil diblokir Rp436,88 miliar, dan Rp161 miliar berhasil dikembalikan.

Jadi meski cuma sebagian kecil, simboliknya besar, ada harapan, ada keadilan, dan ada dompet yang terselamatkan.

Oleh sebab itu, jangan gampang tergoda tawaran manis atau investasi cepat kaya di internet, jangan terbuai rayuan cinta dari orang asing, lapor cepat itu pahlawan sejati dan kolaborasi menangin segalanya.

IASC, OJK, bank, polisi, dan masyarakat semua punya peran, kalau satu gagal, penipu bisa menang.

Rp161 miliar bukan cuma angka, namun harapan nyata bagi korban, simbol optimisme, dan bukti kalau penipu nggak selalu menang. Dompet aman, hati lega, kopi tetap hangat, dan dunia digital sedikit lebih bersahabat.

Kalau kamu belum pernah kena scam, syukurlah, ambil pelajaran dari pengalaman orang lain. Kalau sudah kena jangan putus asa, karena IASC siap jadi superhero perbankan, bikin penipu nyesek. Dan buat semua ingat mantra anti-scam modern, lapor cepat, dompet aman, hidup tenang!. (***)