PARA perenang Indonesia emas langsung bikin geger di hari pertama ASEAN Para Games 2025 Thailand. Dari detik pertama sampai detik terakhir, aksi mereka di kolam renang penuh drama, tawa, dan ketegangan yang bikin jantung penonton ikut deg-degan.
Hari pertama cabang olahraga para renang langsung bikin penonton ngakak, tepuk tangan, dan sesekali bilang, “Ini lomba renang atau lomba bikin jantung kita naik-turun ya?” Semua gara-gara detik-detik terakhir yang bikin keringat dingin.
Emas pertama disabet Siti Alfiah di nomor 400 meter freestyle S6 women’s. Siti renangnya santai tapi konsisten, kayak orang ngejar bus terakhir sambil bawa ransel penuh gorengan. Lawan-lawannya sibuk ngejar, tapi Siti udah duluan nyebur ke garis finis, napas ngos-ngosan sambil senyum, bikin penonton ngerasa, “Ini bukan cuma renang, ini seni momen emas!”
Nggak kalah gokil, Mutiara Cantik Harsanto turun di 100 meter breaststroke SB9 women’s. Nama Cantik emang nggak bohong renangnya cepet, gemulai, tapi juga bikin penonton mikir, “Kalau Mutiara renang di kolam rumah, saya rela jadi papan loncat tiap pagi!”
Drama makin kocak saat Syuci Indriani tampil di nomor 100 meter butterfly S14 women’s. Dia meluncur kayak kucing ngejar laser pointer kanan-kiri lawan, penonton tegang. Di detik terakhir, Suci ngegas, garis finis dilewati, emas masuk kantong. Penonton? Ada yang tepuk tangan, ada yang ngakak, ada juga yang bilang, “Lho, ini lomba renang atau lomba bikin jantung kita deg-degan ya?”
Sektor putra nggak mau kalah. Mulyadi di 100 meter breaststroke S5 men’s renangnya lincah kayak rebutan es krim terakhir di minimarket. Muhammad Gerry di 100 meter butterfly SB6 men’s renangnya lincah, kayak tukang ojek ngejar diskon promo. Abdil Majid Rahmad di 100 meter breaststroke SB7 men’s bikin lawan melongo dan penonton teriak histeris. Bahkan mungkin burung di atas kolam ikut terbang saking kagetnya!
Yang paling bikin ngakak adalah komentar penonton lokal “Indonesia kalau nyebur nggak cuma bikin air basah, hati penonton juga ikut kebasahan!” Ya ampun, saking dramanya, kolam renang Thailand kayak bioskop mini penuh gelak tawa.
Tapi di balik banyolan, tawa, dan jantung deg-degan, ada pelajaran serius. Para perenang ini bukan cuma jago renang, tapi punya disiplin, fokus, dan mental baja. Mereka mengajarkan kita kadang kemenangan datang di detik terakhir, dan yang penting jangan pernah nyerah sebelum garis finis.
Oleh karena itu, ASEAN Para Games 2025 bukan sekadar soal medali. Ini soal drama, perjuangan, dan senyum penonton. Indonesia membuktikan di dunia para olahraga, humor, keringat, dan ketegangan bisa hidup berdampingan.
“Renanglah sekuat tenaga, tertawalah sebanyak mungkin, dan jangan takut basah—karena kadang emas datang saat kamu nggak nyangka.”
Jadi buat yang penasaran, “Gimana rasanya menang di detik-detik terakhir?” Tanyakan saja ke Siti, Mutiara, Syuci, Mulyadi, Gerry, dan Abdil. Mereka pasti jawab sambil senyum lebar “Kayak naik roller coaster, tapi kolamnya lebih basah!”
Ingat!, kadang hidup itu seperti kolam renang, sebab penuh lawan, gelombang, dan drama detik terakhir. Tapi kalau kamu tetap berenang dengan semangat, tertawa di setiap percikan, dan nggak takut basah, bukan cuma emas yang menunggu… tapi cerita seru yang bikin ngakak sepanjang hari. (***)










































