“DALAM rangka Hari Bakti Imigrasi ke-76, suasana di Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) Tangerang berbeda dari biasanya. Biasanya pegawai Kemenimipas sibuk di balik meja, kali ini mereka turun langsung menanam 20.000 bibit kelapa genjah hibrida sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan lingkungan.”
“Pak, tanahnya keras banget, nih,” ujar salah satu pegawai sambil mencoba menancapkan bibit.
“Tenang, kalau tanah keras, itu tandanya kelapanya bakal kuat!” jawab rekannya sambil tersenyum.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, ikut meninjau kegiatan. Ia menyapa para pegawai dengan nada ringan.
“Bibit ini bukan cuma untuk santan,” kata Menteri Agus. “Kalau paspor bisa bawa orang keliling dunia, kelapa ini bisa bawa masa depan ke halaman rumah.”
Salah seorang pegawai menimpali sambil tertawa
“Kalau tumbuh miring, bisa kita jual kelapa senam, Pak!”
“Waduh, bisa juga buat lomba kelapa olimpiade,” Menteri Agus bercanda. Semua tersenyum ringan, suasana jadi hangat.
Selain menanam kelapa, kegiatan ini juga bakti sosial dan donor darah. Sekitar 5.000 paket sembako dibagikan ke warga terdampak banjir, pondok pesantren, yayasan sosial, dan desa binaan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Tangerang, Soekarno-Hatta, Serang, dan Cilegon. Donor darah diikuti lebih dari 500 peserta, dari pegawai hingga masyarakat umum.
Seorang peserta donor darah berkomentar
“Darah udah keluar, hati juga senang, Pak!”
“Bagus, artinya imigrasi nggak cuma urus paspor, tapi juga urus kesehatan dan kepedulian warga,” sahut panitia sambil tersenyum.
Di sela acara, Menteri Agus meminta BNN Kota Tangerang melakukan tes urine bagi seluruh pimpinan tinggi madya dan pratama yang hadir.
“Saya cuma mau pastikan kita semua bersih dari narkoba,” kata Menteri Agus.
Seorang pejabat kecil berbisik ke rekannya
“Kalau ketahuan, bibit kelapanya nggak boleh ditanam, ya?”
“Waduh, Pak Menteri bisa tersenyum sambil lihat bibit aman di tangan kita,” jawab rekannya. Suasana tetap serius tapi cair, semua paham ini bagian dari komitmen integritas.
Dari menanam bibit kelapa, membagikan paket sembako, hingga donor darah, kegiatan ini menunjukkan bahwa Kemenimipas tidak hanya fokus pada pelayanan administratif, tapi juga hadir langsung untuk membantu masyarakat, mendukung pemulihan pasca-bencana, dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Jadi, Hari Bakti Imigrasi ke-76 menjadi momen untuk menegaskan imigrasi bukan sekadar urus dokumen. Dengan bakti sosial, donor darah, dan penanaman bibit kelapa, Kemenimipas menunjukkan pengabdian nyata, profesional, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan. (***)










































