Oleh : Suardi Idris
BERITAPERSS, ID OKU Selatan–Memasuki usia ke-22, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menapaki perjalanan panjang yang sarat sejarah, capaian pembangunan, serta semangat kebersamaan.
Dua puluh dua tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan cerminan kerja keras, kolaborasi, dan tekad kolektif masyarakat dalam membangun daerah yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Sebagai daerah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial. OKU Selatan membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan sumber kekuatan.
Harmoni tidak lahir karena keseragaman, tetapi tumbuh dari sikap saling menghargai, kesediaan belajar dari perbedaan, serta komitmen untuk bekerja bersama demi kesejahteraan bersama.
Fondasi pembangunan OKU Selatan, telah diletakkan oleh pemimpin pertama H. Muhtadin Sera’i, melalui pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, dan pembangunan sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, perkantoran sebagai pusat pemerintahan, serta pelayanan publik.
Langkah awal tersebut membuka akses ekonomi, memperkuat konektivitas wilayah, serta mendorong interaksi sosial yang lebih luas.
Kepemimpinan selanjutnya, Popo Ali bersama Sholehin Abuasir, melanjutkan estafet pembangunan dengan menitik beratkan pada pemerataan pembangunan dan optimalisasi potensi ekonomi lokal.Upaya ini, menjadi penguat bagi pertumbuhan daerah yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Kini, di bawah kepemimpinan Abusama–Misnadi, OKU Selatan menatap masa depan dengan visi yang lebih matang dan menyeluruh.
Pembangunan berkelanjutan menjadi fokus utama, dengan program-program yang diharapkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus diupayakan sebagai instrumen untuk memperluas kesejahteraan, memberdayakan potensi lokal, serta menjaga stabilitas dan harmoni sosial.
Dalam dinamika pembangunan, perbedaan pandangan tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai energi positif untuk melahirkan kebijakan yang bijak, adil, dan berpihak pada kepentingan seluruh masyarakat.
Pendekatan kepemimpinan yang inklusif membuka ruang partisipasi, sehingga setiap warga merasa didengar, dihargai, dan memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan daerahnya.
Usia 22 tahun menjadi momentum refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih maju. Berbekal fondasi sejarah yang kuat, semangat kebersamaan lintas generasi, serta harmoni antar-suku yang terus terjaga.
OKU Selatan siap menatap masa depan dengan optimisme dan tekad, dengan harapan sederhana namun bermakna besar. Terwujudnya OKU Selatan yang sejahtera, berdaya saing, dan penuh peluang bagi seluruh masyarakat.
Perbedaan bukan sekadar realitas, melainkan cahaya yang menuntun langkah menuju masa depan yang gemilang.(SR)



































