KALAU mendengar kata rapat internasional, misalnya orang biasanya ruang dingin, kursi empuk, dan kalimat serius. Namun, di ASEAN Digital Indonesia, Indonesia hadir dengan niat sederhana.
Teknologi harus terasa manfaatnya untuk rakyat. Rapatnya internasional, tetapi ceritanya tetap tentang kehidupan sehari-hari warga.
Selain itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, dilaman resmi komdigi menyampaikan transformasi digital lima tahun ke depan harus berdampak nyata.
Bukan sekadar pamer kecanggihan, melainkan layanan publik harus makin mudah, ruang digital aman, dan peluang ekonomi digital lebih merata.
Tantangan digital kini bukan soal sinyal lagi. Konektivitas sudah luas, dan gawai menjadi bagian hidup sehari-hari.
Oleh karena itu, tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi bekerja untuk warga, aman, saling terhubung, dan memberi manfaat nyata. Digital bukan hanya cepat, tetapi juga ramah dan bisa dipercaya.
Renstra Komdigi 2025 2029 membawa visi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Terhubung artinya layanan digital menjangkau seluruh wilayah, bukan cuma kota besar.
Sementara itu, tumbuh berarti membuka peluang usaha, lapangan kerja, dan efisiensi layanan publik. Terjaga menegaskan perlindungan data dan keamanan siber menjadi fondasi utama. Teknologi boleh canggih, tetapi pondasinya harus kuat.
Kerjasama kawasan
Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya kerja sama kawasan. Harmonisasi kebijakan dan interoperabilitas sistem menjadi kunci.
Layanan publik dan perdagangan digital harus selaras supaya tidak menambah kerumitan warga. Dengan demikian, teknologi yang terhubung harus mempersempit kesenjangan, bukan memperlebar jarak.
Meski pembahasannya lintas negara, tujuan akhirnya tetap lokal. Layanan publik makin gampang, pelaku usaha mendapat peluang adil, dan ruang digital nyaman untuk semua.
Karena itu, ASEAN Digital Indonesia memiliki benang merah niatnya dekat ke rakyat, bukan sekadar rapat jauh-jauh.
Renstra Komdigi bukan sekadar dokumen. Ini janji kerja agar transformasi digital berpihak pada publik. Teknologi diarahkan untuk memudahkan hidup, membuka peluang, dan menjaga kepercayaan. Dari kota sampai desa, semua warga diajak masuk arus yang sama.
Akhirnya, kehadiran Indonesia di ASEAN Digital Indonesia membuktikan dibalik istilah besar dan rapat internasional, ada cerita rakyat. Cerita tentang hidup lebih praktis, aman, dan peluang yang tumbuh bersama.
Oleh karena itu, teknologi yang baik datang untuk membantu, bukan menyulitkan. (***)




























