Berita

Satpol PP Sumsel Tegas, Edukatif, tapi Tetap Humanis

×

Satpol PP Sumsel Tegas, Edukatif, tapi Tetap Humanis

Sebarkan artikel ini

GUBERNUR Sumatera Selatan, H. Herman Deru, mendampingi Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Prof. Eddy Hiariej, dalam kunjungan kerja ke Markas Satpol PP Provinsi Sumatera Selatan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Tujuan kunjungan ini adalah memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memberikan edukasi terkait perubahan regulasi dan undang-undang yang berhubungan langsung dengan tugas penegakan Perda.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyatakan apresiasi atas kesediaan Wamenkum RI hadir langsung di Sumsel. “Kami menyambut baik kehadiran Bapak Wamenkum Prof. Eddy Hiariej.

Ini momentum penting bagi jajaran Satpol PP Sumsel untuk memahami secara langsung dinamika hukum dan perubahan undang-undang,” kata HD. Ia menekankan  pemahaman hukum yang komprehensif sangat penting agar Satpol PP dapat menjalankan tugas tanpa celah hukum.

Prof. Eddy Hiariej menambahkan, penegakan aturan harus dikombinasikan edukasi dan komunikasi efektif. “Masyarakat lebih mudah memahami aturan jika pendekatannya humanis. Hukum itu seperti warna hijau tegas tapi menenangkan,” ujarnya.

Di lapangan, petugas Satpol PP menertibkan pedagang dengan profesional dan tetap humanis. Salah seorang pedagang menanyakan prosedur aturan terbaru, dan petugas menjawab dengan sabar.

Pendekatan ini membuat warga merasa diingatkan tetapi tidak takut. Seorang pedagang menyebut, “Kalau petugas tegas tapi ramah, saya lebih paham aturan. Hati jadi adem, seperti pepatah bilang, air tenang menghanyutkan.”

Beberapa petugas mengakui tantangan koordinasi di lapangan. “Aturan berubah cepat, jadi kami harus cepat menyesuaikan. Dengan arahan Wamenkum dan gubernur, semuanya lebih jelas,” kata seorang petugas. Humor ringan tetap ada di antara mereka, namun profesionalitas terjaga.

Gubernur Herman Deru menegaskan, Perda harus diterapkan secara konsisten. “Jika aturan diterapkan setengah-setengah, warga bingung dan celah hukum muncul. Satpol PP harus tegas namun tetap humanis,” jelas HD.

Prof. Eddy Hiariej menambahkan bahwa edukasi langsung sangat efektif. “Memberikan pemahaman hukum sambil menanamkan kesadaran warga jauh lebih baik dibanding sekadar menegur.

Satpol PP Sumsel bisa menjadi contoh bagaimana aturan ditegakkan tegas tapi tetap menyejukkan warna hijau metafora hukum yang adem.”

Pendekatan Satpol PP Sumsel bisa menjadi model bagi daerah lain. Tegas tapi edukatif, disiplin tapi humanis. Sedikit humor ringan membuat warga lebih mudah menerima aturan, tanpa menurunkan wibawa petugas.

Kunjungan kerja ini juga memperkuat koordinasi antarlevel pemerintahan. Kesamaan pemahaman tentang regulasi terbaru memastikan tugas Satpol PP berjalan optimal. Prinsip “hukum keras, hati yang menegakkannya harus lunak” tampak nyata di lapangan.

Jadi,aturan harus ditegakkan tapi jangan membuat warga takut. Komunikasi dan edukasi sama pentingnya dengan ketegasan. Humor ringan dapat membuat interaksi lebih lancar.

Satpol PP Sumsel membuktikan bahwa penegakan Perda bisa berjalan tegas, humanis, edukatif, dan sedikit humor sah-sah saja selama tetap profesional.

Filosofi warna hijau menjadi simbol hukum tegas namun menenangkan. Daerah lain bisa mencontoh pendekatan ini agar hukum diterima masyarakat tanpa menimbulkan ketegangan.

Seperti pepatah lama, “Hukum itu keras, tapi hati yang menegakkannya harus sejuk seperti air di sungai”. Satpol PP Sumsel menunjukkan bahwa ketegasan, edukasi, dan komunikasi menyejukkan bisa berjalan beriringan. Warga paham aturan, petugas tegas, dan warna hijau hukum terasa nyata di lapangan. (***)