BERITAPRESS, ID FAKFAK/Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Maybrat sukses menyelenggarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Lapangan Ikuf, Kampung Jitmau, Distrik Aitinyo Raya, pada Jumat, (29/11/2025), kemarin.
Aacara tersebut mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,” kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah penguatan iman, tetapi juga sarana strategis untuk mempererat toleransi, persaudaraan, dan komitmen menjaga stabilitas keamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Acara yang dipimpin oleh Pdt. Ev. Sefanya Yeuwun tersebut dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari berbagai denominasi gereja, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Ketua FKUB Maybrat, Pdt. Yance Sikirit, S.Th., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah atas dukungan yang memungkinkan KKR ini terselenggara dengan baik.
Dalam sambutannya, Pdt. Yance menekankan bahwa keluarga adalah fondasi utama kasih dan pengharapan, mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Menanggapi situasi menjelang akhir tahun, Pdt. Yance secara khusus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap isu, provokasi, dan hoaks yang marak beredar di media sosial.
”Kami mengajak masyarakat untuk menjadi pribadi yang cerdas, menjaga kerukunan, dan tidak menyebarkan informasi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan kita di Maybrat,” tegasnya.
Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, S.E., menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan seperti KKR, yang dinilai efektif mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat keamanan daerah.
Dalam arahannya, Wabup Ferdinando secara tegas meminta warga tidak menjadikan tanggal 1 Desember sebagai hari besar yang dapat memicu gangguan Kamtibmas.
“Mari kita jaga keamanan, hindari minuman keras yang menjadi pemicu keributan, perkuat poskamling, dan jangan terpengaruh hoaks yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab,” ajaknya.
Wabup juga mengajak seluruh warga untuk mengedepankan toleransi antaragama dan saling menghargai perayaan serta tradisi keagamaan masing-masing, demi terciptanya kedamaian abadi di Kabupaten Maybrat.
Di akhir acara, Wakil Bupati dan para tokoh masyarakat mengajak seluruh warga berkomitmen menjaga stabilitas politik dan keamanan hingga akhir tahun 2025. Mereka berpesan agar masyarakat tidak terpengaruh provokasi, isu liar, maupun opini yang memecah belah. Penolakan terhadap peredaran minuman keras juga menjadi poin penting yang ditekankan, mengingat dampaknya sebagai salah satu pemicu utama gangguan Kamtibmas di daerah. (IB).










































