BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Dalam rangka mengenang sosok yang sangat inspiratif bagi masyarakat Sumsel, keluarga besar almarhum Prof Dr Mahyuddin membuat Profesor Mahyuddin Award (PMA) 2025. Penilaian PMA berdasarkan kategori seperti kebenaran, kebaikan, dan keadilan.
“Saya selaku anak dari Profesor Mahyuddin ingin selalu mengingat keberhasilan beliau yang selalu menginspirasi masyarakat Sumsel. Maka itu PMA ini kami laksanakan, kami ingin melihat sosok yang memiliki jiwa yang baik yang hidup di masyarakat Sumsel. Mungkin saja mereka tidak terkenal, tapi memiliki jiwa yang sangat luar biasa dala menjalani profesinya,” ujar Rektor USS Yudha Pratomo Mahyuddin MSc PhD saat memberikan kata sambutan dalam kegiatan Launching PMA 2025 di Kampus USS, Jalan Letnan Murod, Palembang, Jumat (29/8/2025).
Lebih lanjut ia mengatakan, dalam penilaian nanti akan memiliki berbagai bidang pekerjaan seperti guru. “Nantinya akan dicarikan guru yang memiliki jiwa pengajar yang tulus. Seperti guru yang mengajar di sebuah desa terpencil. Mengajar meskipun bukan seorang ASN, melalui perjalanan yang sulit seperti tidak ada akses jalan yang layak. Ini tentu saja akan masuk dalam kriteria penilaian tapi tentu akan di teliti lagi apakah benar tidaknya,” ujar Yudha.
Kemudian ada juga penilaian untuk APH. “Apakah ada APH yang baik dan bersih. Nantinya tim dari pihak PMA akan mencarinya. Kemudian tenaga kesehatan yang selalu disiplin dan memiliki integritas tinggi. Lalu ada politisi, apakah ada politisi yang baik yang anti akan uang suap. Kemudian penilaian untuk jurnalis. Apakah ada jurnalis yang bertugas secara independen. Dimana memang benar menyuarakan kepentingan masyarakat. Saya yakin masih banyak orang baik yang ada di Sumsel. Untuk itulah PMA hadir guna membuat sosok-sosok tersebut timbul dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya,” ujar Yudha.
Masih kata Yudha, “Profesor Mahyuddin merupakan sosok yang sangat baik. Setiap orang yang bertemu dengan beliau selalu membicarakan kebaikannya. Beliau juga mendoakan pasiennya yang belum memiliki keturunan saat berada di tanah suci. Dimana kebaikan dan sosok seorang Mahyuddin menginspirasi semua pihak. Untuk itulah PMA hadir guna bisa menibulkan spirit baru bagi masyarakat Sumsel.”
“PMA ini betul-betul penilaian sebenarnya, tanpa ada kecurangan di dalamnya. Jadi sosok yang masuk kategori akan ditinjau ulang apakah benar dan memang memenuhi syarat. Saya yakin sosok yang baik sosok yang jujur dan memiliki keberanian dalam menyuarakan kebenaran masih ada. Hanya saja sosok ini sering tersisihkan dan juga mendapatkan berbagai diskriminasi dilingkungan yang toksin. Kami akan mengangkat sosok-sosok ini sehingga suara mereka dan kinerjanya dilihat semua pihak,” ujar Yudha.
Laporan : Adi